Reduced Instruction Set Computer (RISC)
Beberapa elemen penting pada arsitektur RISC :
•• Set instruksi yang terbatas dan sederhana
•. Register general-purpose yang berjumlah banyak, atau penggunaan teknologi kompiler untuk mengoptimalkan pemakaian registernya. •• Penekanan pada pengoptimalan pipeline instruksi.
Ditinjau dari jenis set instruksinya, ada 2 jenis arsitektur komputer, yaitu:
1. Arsitektur komputer dengan kumpulan perintah yang rumit (Complex Instruction Set Computer = CISC)
2. Arsitektur komputer dengan kumpulan perintah yang sederhana (Reduced Instruction Set Computer = RISC)
•. CISC dimaksudkan untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan. (Jumlah perintah sedikit tetapi rumit)
Konsep CISC menjadikan mesin mudah untuk diprogram dalam bahasa rakitan, tetapi konsep ini menyulitkan dalam penyusunan kompiler bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Dalam CISC banyak terdapat perintah bahasa mesin.
•. RISC menyederhanakan rumusan perintah sehingga lebih efisien dalam penyusunan kompiler yang pada akhirnya dapat memaksimumkan kinerja program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi.
Konsep arsitektur RISC banyak menerapkan proses eksekusi pipeline. Meskipun jumlah perintah tunggal yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang diberikan mungkin lebih besar, eksekusi secara pipeline memerlukan waktu yang lebih singkat daripada waktu untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan perintah yang lebih rumit. Mesin RISC memerlukan memori yang lebih besar untuk mengakomodasi program yang lebih besar.
IBM 801 adalah prosesor komersial pertama yang menggunakan pendekatan RISC.
Lebih lanjut untuk memahami RISC, diawali dengan tinjauan singkat tentang karakteristik eksekusi instruksi.
Aspek komputasi yang ditinjau dalam merancang mesin RISC adalah sbb.: -* Operasi-operasi yang dilakukan:
Hal ini menentukan fungsi-fungsi yang akan dilakukan oleh CPU dan interaksinya dengan memori.
-* Operand-operand yang digunakan:
Jenis-jenis operand dan frekuensi pemakaiannya akan menentukan organisasi memori untuk menyimpannya dan mode pengalamatan untuk mengaksesnya.
-* Pengurutan eksekusi:
Hal ini akan menentukan kontrol dan organisasi pipeline.
Tabel 4.1 Karakteristik dari beberapa Prosesor CISC, RISC, dan Superskalar
Karakteritik CISC RISC Superskalar
IBM
370/168 VAX
11/78
0 Intel
8048
6 Motorola
88000 MIPS
R4000 IBM
RS/Syste
m 6000 Intel
8096
0
Tahun dibuat 1973 1978 798
9 1988 7991 1990 198
9
Jumlah instruksi 208 303 235 51 94 184 62
Instruksi (Bytes) 2-6 2-57 1-11 4 32 4 4,8
Mode Pengalamatan 4 22 11 3 1 2 11
Jumlah register general-purpose 16 16 8 32 32 32 23-
256
Ukuran memori kontrol (Kbits) 420 480 246 - - - -
Ukuran Cache (Kbytes) 64 64 8 16 128 32-64 0,5
Operasi dengan High Level Language (HLL)
Hasil-hasil penelitian yang dilakukan untuk menganalisis tingkah laku program-program HLL menunjukkan:
-* Assignment Statement sangat menonjol diikuti statement bersyarat (IF, LOOP) lihat tabel dibawah ini.
Hasil-hasil penelitian ini merupakan hal yang sangat penting bagi perancangan set instruksi mesin.
Tabel 4.2 Frekuensi Dinamik Relatif Berbobot dari Operasi-operasi HLL
Kejadian Dinamik Instruksi-Mesin
Berbobot Referensi Memori
Berbobot
Pascal C Pascal C Pascal C
ASSIGN 45 38 13 13 14 15
LOOP 5 3 42 32 33 26
CALL 15 12 31 33 44 45
IF 29 43 11 21 7 13
GOTO - 3 - - - -
OTHER 6 1 3 1 2 1
Kolom 2 dan 3 memberikan ukuran pengganti bagi waktu aktual yang diperlukan untuk mengeksekusi bagi bermacam-macam statements.
Eksekusi Instruksi
Waktu eksekusi dapat dirumuskan sbb.:
Waktu eksekusi = N x S x T
Dengan
N adalah jumlah perintah
S adalah jumlah rata-rata langkah per perintah
T adalah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan satu langkah
Kecepatan eksekusi dapat ditingkatkan dengan menurunkan nilai dari ketiga varisbel di atas.
Arsitektur CISC berusaha menurunkan nilai N, sedangkan
Arsitektur RISC berusaha menurunkan nilai S dan T.
o Proses pipeline dapat digunakan untuk membuat nilai efektif S mendekati 1 (satu) artinya komputer menyelesaikan satu perintah dalam satu siklus waktu CPU.
o Nilai T dapat diturunkan dengan merancang perintah yang sederhana.
Operand
-* Penelitian yang dilakukan Patterson terhadap frekuensi dinamik terjadinya kelas-kelas variabel dalam program pascal dan C menunjukkan bahwa mayoritas referensi menuju ke variable-variable skalar.
-* Lebih dari 80% skalar bersifat variabel lokal.
-* Penelitian tersebut menyatakan bahwa jenis arsitektur berpengaruh pada kecepatan pengaksesan operand.
Tabel 4.3 Persentase Dinamik Operand-operand
Pascal C Rata-rata
Konstanta Integer 16 23 20
Variabel Skalar 58 53 55
Array/Struktur 26 24 25
Procedure Calls
-* Prosedur call dan return merupakan aspek yang penting dalam program- program HLL.
-* Tabel 4.2 menunjukkan bahwa prosedur call dan return merupakan operasi yang paling banyak membutuhkan waktu dalam program- program yang dikompilasi.
-* Dua aspek yang lain adalah jumlah parameter dan variabel yang berkaitan dengan prosedur, dan kedalaman pensarangan (nesting).
Implikasi
•• Hasil-hasil penelitian secara umum dapat dinyatakan bahwa terdapat tiga buah elemen yang menentukan karakter arsitektur RISC.
~ Pertama, penggunaan register dalam jumlah yang besar. Hal ini
dimaksudkan untuk mengoptimalkan pereferensian operand.
• Kedua, diperlukan perhatian bagi perancangan pipeline instruksi. Karena tingginya proporsi instruksi pencabangan bersyarat dan prosedur call, pipeline instruksi yang bersifat langsung dan ringkas akan menjadi tidak efisien.
• Ketiga, terdapat set instruksi yang disederhanakan (dikurangi).
•. Keinginan untuk mengimplementasikan keseluruhan CPU dalam keping tunggal akan merupakan solusi Reduced Instruction Set.
Penggunaan File Register Besar
+ Terdapat statement assignment yang jumlahnya banyak dalam program- program HLL, dan banyak diantaranya berupa statement assignment sederhana seperti A = B.
+ Di samping itu, terdapat pula akses operand per statement HLL dalam jumlah yang cukup besar.
•• Apabila kita menghubungkan kedua di atas dengan kenyataan bahwa sebagian besar akses adalah menuju ke skalar-skalar lokal, maka sangat mungkin kita memerlukan penyimpanan register yang besar.
+ Alasan diperlukannya penyimpanan register adalah register merupakan perangkat penyimpanan yang paling cepat, yang lebih cepat dibandingkan dengan memori utama dan memori cache.
•. Dimungkinkan untuk menerapkan dua buah pendekatan dasar, yaitu berdasarkan perangkat lunak dan perangkat keras.
• Pendekatan perangkat lunak mengandalkan kompiler untuk memaksimalkan pemakaian register. Pendakatan ini membutuhkan algoritma analisis program yang canggih.
• Pendekatan perangkat keras dilakukan hanya dengan memperbanyak jumlah register sehingga akan lebih banyak variabel yang dapat ditampung di dalam register dalam periode waktu yang lebih lama.
Register Windows
•• Jendela register dibagi menjadi tiga buah daerah yang berukuran tetap. Register-register parameter
menampung parameter-parameter yang dilewatkan dari prosedur. Register-register lokal
Digunakan untuk variable lokal, setelah di-assign oleh kompiler.
Register-register tenporer
Digunakan untuk pertukaran parameter.
+ Overlap ini memungkinkan parameter-parameter dapat dilewatkan tanpa perpindahan aktual data.
Variabel-variabel Global
•• Teknik Register Windows memberikan organisasi yang efisien untuk penyimpanan variable skalar lokal di dalam register.
•• Akan tetapi teknik ini tidak dapat memenuhi kebutuhan penyimpanan variabel global, yang diakses oleh lebih dari sebuah prosedur (misalnya, variabel COMMON dalam FORTRAN).
•• Terdapat dua pilihan untuk memenuhi hal tersebut.
Pertama,
Variabel-variabel yang dideklarasikan sebagai global pada HLL dapat disediakan lokasi-lokasi oleh kompiler. Namun, bagi yang sering mengakses variabel-variabel global, teknik tersebut tidaklah efisien.
Alternatifnya adalah melibatkan kumpulan register global di dalam CPU. Register-register ini harus memiliki jumlah yang tetap dan dapat dipakai oleh semua prosedur.
Mengapa CISC?
~ Jumlah instruksi yang banyak dan instruksi yang lebih kompleks.
~ Dua alasan utama yang menjadi motivasi kecenderungan ini : adanya
keinginan untuk menyederhanakan kompiler dan keinginan untuk
meningkatkan kinerj a.
~ Alasan penting lainnya adalah harapan bahwa CISC akan menghasilkan program yang lebih kecil dan lebih cepat.
Karakteristik CISC versus RISC
> Rancangan RISC dapat memperoleh keuntungan dengan mengambil sejumlah feature CISC dan Rancangan CISC dapat memperoleh keuntungan dengan mengambil sejumlah feature RISC.
~ Hasilnya adalah bahwa sejumlah rancangan RISC yang terbaru, yang dikenal sebagai PowerPC, tidak lagi “murni” RISC dan rancangan CISC
yang terbaru, yang dikenal sebagai Pentium, memiliki beberapa karakteristik RISC.
Ciri-ciri RISC:
> Instruksi berukuran tunggal
~ Ukuran yang umum adalah 4 byte.
~ Jumlah mode pengalamatan data yang sedikit, biasanya kurang dari lima buah.
~ Tidak terdapat pengalamatan tak langsung.
~ Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmetika (misalnya, penambahan dari memori, penambahan ke memori).
Soal Pendalaman Materi
1. Lamanya waktu eksekusi instruksi ditentukan oleh tiga faktor, sebutkan ketiga faktor tersebut. Faktor manakah yang menjadi perhatian pada rancangan arsitektur RISC dan faktor manakah yang mendapat perhatian pada rancangan arsitektur CISC?
2. Ditinjau dari jenis set instruksinya, ada dua jenis arsitektur komputer yaitu : Complex Instruction Set Computer (CISC) dan Reduced Instruction Set Computer (RISC). Jelaskan ciri-ciri kedua jenis arsitektur komputer.
3. Jelaskan apa alasan penting seseorang merancang arsitektur komputer dengan model CISC.
4. Jelaskan mengapa konsep arsitektur RISC banyak menerapkan proses eksekusi pipeline.
Rabu, 24 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar